Monday, March 7, 2011

What should I do?

Ada yang ingin aku tanyakan. Bagaimana rasanya kalau kamu ingin sekali memercayai seseorang, tapi orang itu terus membohongi kamu, talk badly about you behind your back, menusukmu dari belakang bahkan tanpa kamu sadari, bersikap ramah di depanmu padahal sebenarnya dia benci setengah mati padamu? Bagaimana rasanya kalau kamu merasa kamu sudah berhasil mendekati seseorang yang sejak dulu ingin kamu kenali lebih dekat, tapi ternyata dugaan kamu salah. Kenyataannya, dia nggak pernah menyukai kamu. She/He just pretends to. Dan sakitnya, dia selalu mengeluh tentangmu pada teman-temannya yang lain siang dan malam. Menyenangkan nggak ya rasa seperti itu?

Kalau ada yang bilang rasanya menyenangkan, mungkin orang itu mengidap penyakit aneh yang merasa bahagia tiap kali dilukai. Ada lho, orang seperti itu. Entah apa nama penyakitnya, untuk sekarang ini aku nggak bisa memikirkannya. Berpikir jernih pun agak susah.

Mungkin benar apa kata teman-temanku kalau aku ini orang yang super sensitive. Masalah apapun, pasti selalu kepikiran. Contohnya tadi di lab kimia aku susah sekali konsentrasi. Aku sering terbengong-bengong sementara partner labku sudah sibuk mengerjakan eksperimen. Di saat-saat seperti itu aku merasa kalau aku... benar-benar bodoh.

Jadi, menurut kalian aku harus gimana? Aku memaafkannya? Membiarkannya terus dan terus melukaiku? Berhenti mengungkit dan memutar kembali semua perbuatannya yang membuatku sakit setengah mati? Melupakan semuanya begitu saja dan tertawa bersamanya seakan nggak pernah ada yang terjadi? Seakan aku nggak tau apa yang dia katakan di belakangku? Seakan aku nggak pernah tau kalau sebenarnya dia hanya pura-pura menyukaiku, merindukanku dan memperdulikanku? Begitu?

Aku merasa benar-benar bodoh. Tapi itu yang kulakukan. Aku takut memberitaunya perasaanku. Aku takut menegurnya langsung atau setidaknya membicarakan semuanya baik-baik. Yang bisa kulakukan hanyalah pura-pura nggak pernah mendengar kata-kata sarkastik itu. Pura-pura nggak pernah merasa dilukai. Aku membohonginya, dan aku menyangkal diriku sendiri. Jadi intinya...

Bukannya aku sama saja dengannya?

~Asa~

1 comment:

  1. if i were you, i wouldn't give a damn. get on with life lol. it's not like your world resolve around him/her.

    ReplyDelete